gosip artis terkini adi sucipto kumpulan berita nasional terbaru berita sepak bola

Pengembangan Pariwisata di Lingkungan Pesantren

parawisata pesantren

Pengembangan Pariwisata di Lingkungan Pesantren (2006)

Bekerjasama dengan Departemen Pariwisata untuk memberdayakan Pesantren melalui program Kemandirian Pariwisata Pesantren, yang meningkatkan kemampuan Pesantren dalam pengelolaan pelayanan kepada masyarakat serta membangkitkan sumberdaya Pesantren untuk dapat dijadikan tujuan-tujuan wisata yang mengandung unsur bisnis yang meningkatkan kemandirian finansial pesantren.

1.1.2 Sasaran

Terbangunnya sistem kemandirian pariwisata di lingkungan Pesantren beserta perangkat sistem bisnisnya yang diterima oleh para industri kecil-menengah-besar sektor pariwisata, dengan sasaran umum:
1) Termotivasinya pihak Pesantren untuk mengembangkan visi global dalam menjadikan sumberdaya Pesantren sebagai tujuan pariwisata.
2) Terjalinnya kerjasama jangka panjang dengan para industri kecil-menengah-besar sektor pariwisata;
3) Terjalinnya kerjasama jangka panjang dengan Pemerintah Pusat, cq Departemen Pariwisata yang bertindak sebagai fasilitator dalam pemberdayaan pariwisata;
4) Bertambahnya kesejahteraan para industri kecil menengah sektor pariwisata di seluruh Indonesia secara langsung maupun tidak langsung;
5) Meningkatnya devisa Indonesia dari penerimaan wisatawan internasional.

Dengan sasaran khusus:
1) Terlatihnya Pesantren untuk mengembangkan visi global dalam menjadikan sumberdaya Pesantren sebagai tujuan pariwisata.
2) Terbangunnya Sistem Pariwisata Pesantren;
3) Terjalinnya kerjasama antara Pesantren dengan para industri kecil-menengah-besar, Pemerintah Pusat, cq Departemen Pariwisata, dan Konsultan Manajemen.

1.2 Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan yang ditawarkan adalah sebagai berikut:

1) Kajian Organisasi dan Tata Kerja.
Langkah awal kegiatan adalah mempelajari organisasi dan tata kerja pondok-pondok pesantren yang akan digunakan sebagai obyek kajian. Kegiatan di fokuskan pada organisasi dan mekanisme kerja yang merupakan penunjang kegiatan inti pesantren, antara lain mengenai penginapan/akomodasi, makanan, minuman, hiburan, olah raga dan lainnya, yang terdapat pada pondok pesantren tersebut.

2) Perumusan Kegiatan Sarana dan Prasarana Penunjang.
Pemilihan dan pemilahan kegiatan yang digunakan untuk mendukung kegiatan inti psantren untuk dirumuskan sebagai kegiatan yang akan dimuati budaya kepariwisataan. Selanjutnya ditetapkan sebagai sarana, prasarana, fasilitas dan lain sebagainya yang akan dikaji lebih lanjut untuk dibuatkan panduan dasar pengelolaannya.

3) Panduan Dasar Pengelolaan.
Penyusunan panduan dasar pengelolaan hasil kajian butir 2 diatas denganmenganut pola pengelolaan yang umum ditemui pada industri kepariwisataan.

4) Seminar/Lokakarya Hasil Kajian
Hasil panduan dasar pengelolaan akan diseminarkan dan/atau dilokakaryakan dengan pihak manajemen pesantren bersangkutan dengan harapan hasil ini dapat diterapkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia yang ada di pesantren tersebut.

5) Tindak Lanjut Kegiatan
Dari hasil kegiatan seminar butir 4 diatas dirumuskan tindak lanjut dan tahapan kegiatan penerapan budaya pariwisata di Pesantren.

6) Penyediaan Website Pesantren.
Untuk kegiatan tersebut akan disediakan situs web yang memudahkan akses panduan dan material lain, disamping promosi mengenai pesantren bersangkutan. Situs web dapat digunakan sebagai media komunikasi bagi tindak lanjut kegiatan.

7) Pembuatan Paket Promosi Pesantren.
Mengingat Pesantren secara umum belum berpengalaman sebagai pengelola wisata, maka instrumen promosi akan disediakan, seperti leaflet dan brosur.