WISUDA: TITIK TEMU ANTARA ILMU, KARAKTER, DAN TANGGUNG JAWAB.

Wisuda seringkali dimaknai sebagai peresmian atau pelantikan bagi seseorang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tertentu. Namun lebih dari itu, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Justru wisuda menjadi gerbang awal menuju kehidupan yang sesungguhnya — kehidupan di dunia kerja, di tengah masyarakat, dan dalam pengabdian kepada bangsa dan agama. Jadi wisuda bukan sekedar seremoni akademik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Yayasan Sawunggalih Aji Kutoardjo – H. Johan Abdulrakman, S.E., M.M., Ak. dalam sambutannya pada acara Wisuda ke-20 Politeknik Sawunggalih Aji. Bertempat di Ganeca Convention Hall Purworejo, Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 tersebut diselenggarakan pada Kamis kemaren (16/10/2025).

“Wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Wisuda adalah titik temu antara ilmu, karakter, dan tanggung jawab. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjadi pintar, tetapi bagaimana seseorang menjadi bermakna,” ungkap Johan.

“Kita semua tahu, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat. Revolusi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga dinamika ekonomi global — semuanya menghadirkan tantangan baru yang tidak bisa dihadapi hanya dengan pengetahuan teknis semata,” ungkapnya lebih lanjut sembari menegaskan bahwa yang dibutuhkan adalah generasi yang adaptif,

Johan menjelaskan bahwa genarasi yang adaptif, kreatif, dan berakhlak mulia diejawantahkan melalui kemampuan menggabungkan antara ilmu dan nilai, antara kompetensi dan karakter.

“Politeknik Sawunggalih Aji berdiri dengan komitmen kuat untuk menghasilkan lulusan vokasi yang terampil, berdaya saing, dan berintegritas. Dan hari ini, para wisudawan adalah bukti nyata dari kerja keras lembaga ini untuk terus berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia di daerah kita tercinta, Jawa Tengah, dan Indonesia secara luas,” urai Johan.

Johan pun menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing kampus. “Kami sadar, dunia pendidikan tinggi vokasi memerlukan dukungan yang nyata dan berkelanjutan — baik dari segi fasilitas, kurikulum, maupun jejaring kerja sama. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Yayasan bersama pimpinan Politeknik telah melakukan berbagai langkah strategis. Hal tersebut diantara melalui peningkatan kemitraan industri, agar mahasiswa memiliki akses magang dan penempatan kerja yang lebih luas. Selain itu juga melalui penguatan program kewirausahaan mahasiswa, agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Sedangkan untuk peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, dilakukan melalui pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai lembaga.

Sedangkan kepada wisudawan, Johan berpesan agar mereka ingat bahwa
gelar yang diperoleh bukan jaminan kesuksesan, melainkan tanggung jawab baru, yaitu tanggung jawab untuk menjaga nama baik diri, keluarga, almamater, dan bangsa.

“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia berubah setiap hari, dan hanya mereka yang terus belajar yang akan tetap bertahan. Belajarlah dari pengalaman, dari kegagalan, dari orang lain, dan dari kehidupan itu sendiri. Seperti pepatah Jepang mengatakan: Belajar itu seperti mendayung ke hulu — jika berhenti, kita akan hanyut ke belakang. Oleh karena itu, teruslah mendayung. Teruslah melangkah. Dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu bersyukur dan berbuat baik,” pesan Johan lebih lanjut kepada Wisudawan.

Sebagaimana diketahui pada wisuda kali ini diikuti oleh 67 orang. Sebanyak 35 wisudawan berasal dari Program Diploma III Teknik Informatika dengan gelar A.Md.Kom. Sedangkan 2 orang berasal dari Program Diploma IV (Sarjana Terapan) Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak dengan gelar S.Tr.Kom. Adapun 13 wisudawan merupakan lulusan Program Diploma III Akuntansi dengan gelar A.Md. Ak. serta 19 wisudawan dari Program Diploma III Administrasi Bisnis dengan gelar A.Md.A.B. Hadir pada kesempatan itu orang tua atau wali wisudawan, Bupati Purworejo – Hj. Yuli Hastuti, S.H., Kepala Dinas KUKMP Purworejo – Ir. Hadi Pranoto, pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Purworejo, dan tamu undangan lainnya. Hadir secara khusus Pendiri Politeknik Sawunggalih Aji – Hj. Tien Partini bersama Dr. H. Firman Bachtiar, S.E., M.M. dan Hj. Dian Pratiwi, S.E.

Pada kesempatan itu, empat mahasiswa dinyatakan lulus sebagai wisudawan terbaik dan mendapatkan penghargaan. Wisudawan terbaik Program Studi Administrasi Bisnis yaitu Sa’diyah Puji Mulyani putri Bapak Muhdzir dan Ibu Mar’atul Mukminah dengan IPK 3,83. Wisudawan terbaik  Program Studi Akuntansi yaitu Vira Khusna putri Bapak Kamali dan Ibu Umi Jamilah dengan IPK 3,85. Sedangkan wisudawan terbaik dari Program Studi Teknik Informatika yaitu Aref Wahyu Saputro putra Bapak Subari dan Ibu Retno Widiyani dengan IPK 3,77. Adapun Wisudawan terbaik Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak yaitu Wahid Nur Rohman putra Bapak Taufiq Rohman dan Ibu Chasanatun dengan IPK 3,85. (humaspolsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *