MAHASISWA ADMINISTRASI BISNIS POLSA IKUTI “LIVING LAB LEARNING” DI UMKM MITRA

Ekosistem inovasi terbuka yang mempertemukan akademisi, warga, industri, dan pemerintah untuk berkolaborasi dan memberikan solusi atas masalah dunia nyata secara langsung menjadi program akademik yang diterapkan di Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo. Dalam hal ini Polsa bersama mitra pemangku kepentingan melakukan co-creation untuk memvalidasi ide, bukan sekadar teori melainkan menerapkannya di lapangan.

Hal tersebut salah satunya dilakukan dalam program pembelajaran mahasiswa Diploma III Administrasi Bisnis dengan menerapkan living lab learning. Bekerjasama dengan UMKM mitra yaitu Flame Leather Kutoarjo, mahasiswa diarahkan mengikuti pembelajaran di lapangan untuk mengetahui secara langsung proses dan pengelolaan bisnis kerajinan berbahan dasar kulit di Flame Leather. Dengan menerapkan ilmu dan ketrampilan yang dimiliki, selanjutnya mahasiswa praktek an terjun langsung dalam aktivitas riil untuk membantu memberikan solusi bagi Flame Leather, khususnya dalam bidang pemasaran produk.

Mahasiswa Diploma III Administrasi Bisnis saat melakukan wawancara dan diskusi dengan owner Flame Leather Kutoarjo saat observasi langsung dalam Program Living Lab Learning pada Jumat lalu (14/11/2026).

Disampaikan oleh Kaprodi Administrasi Bisnis – Agus Fitri Yanto, S.E., M.M. bahwa untuk pihaknya sudah beberapa tahun ini menerapkan living lab learning atau pembelajaran di laboratorium hidup yang bermitra dengan berbagai pihak. Terkait living lab learning di Flame Leather, Agus Fitri menjelaskan bahwa pembelajaran yang dijalani mahasiswa Administrasi Bisnis dimaksudkan agar tidak hanya sekedar teori atau simulasi di kampus, melainkan menjadi aksi nyata di lapangan untuk mendukung pemasaran produk-produk mitra.

“Bersama UMKM mitra, mahasiswa belajar sekaligus menerapkan ilmunya dengan membantu kegiatan usaha yang dijalankan. Living lab learning ini menjadi pengejawantahan mata kuliah kewirausahaan, desain web, desain grafis, digital marketing, dan dan lainnya dalam dunia bisnis secara nyata,” tegas Agus Fitri.

Agus Fitri mencontohkan dalam mata kuliah desain grafis dan digital marketing, mahasiswa belajar sekaligus praktek membuat berbagai perangkat dan media promosi online untuk produk kerajinan kulit yang kemudian digunakan oleh Flame Leather untuk media sosial maupun marketplace. Mahasiswa juga membantu mengelola media sosial yang dimiiki mitra serta terlibat dalam berbagai event promosi yang diikuti oleh mitra.

Mahasiswa Diploma III Administrasi Bisnis saat melakukan observasi langsung di Flame Leather Kutoarjo dalam Program Living Lab Learning pada Jumat lalu (14/11/2026)

“Kita berharap program living lab learning ini benar-benar berdampak positif bagi penguatan kompetensi mahasiswa khususnya di Prodi Administrasi Bisnis, sekaligus berdampak positif bagi tumbuh kembang usaha mitra,” ungkap Agus Fitri.

Direktur Polsa – Supriono, S.E., M.Si., Ak., C.FA menyampaikan bahwa Polsa senantiasa mendukung program-program akademik khas dari masing-masing program studi, termasuk living lab learning. “Laboratorium hidup atau living lab learning yang diterapkan di Polsa tentu akan menjadi ekosistem inovasi terbuka yang mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pengembangan di lingkungan nyata yang melibatkan berbagai stake holder. Kerjasama partisipatif ini tentu akan mampu menciptakan solusi praktis bagi para mitra yang sekaligus menjadi kontribusi nyata Polsa bagi masyarakat,” jelas Supriono. (humaspolsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *