Dari Kampus ke Masyarakat: Karya Mahasiswa POLSA Menjawab Kebutuhan Pemda dalam Pelayanan Masyarakat, UMKM hingga Koperasi

SIMONDA dan buku SOP koperasi menjadi contoh bagaimana pembelajaran vokasi dapat menghasilkan luaran yang berguna di luar ruang kelas.

PURWOREJO — Wisuda Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menandai kelulusan 57 mahasiswa, tetapi juga menampilkan karya yang menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat. Dalam acara di Ganeca Convention Hall, Purworejo, Kamis (15/10/2026), dua karya lulusan diserahkan secara simbolis: aplikasi SIMONDA untuk pemantauan UMKM dan buku mengenai prosedur operasional serta pelayanan koperasi simpan pinjam.

Aplikasi SIMONDA, singkatan dari Sistem Informasi Monitoring Data UMKM, dikembangkan oleh Riyan Nur Hidayat, A.Md.Kom., lulusan Diploma III Teknik Informatika. Karya tersebut diserahkan secara simbolis oleh wisudawan bersama Direktur POLSA dan Ketua Program Studi DIII Teknik Informatika, Damar Eko Cahyono, S.T., M.M., kepada Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T.

SIMONDA digambarkan sebagai platform terintegrasi untuk pendataan, monitoring, dan evaluasi perkembangan UMKM di seluruh wilayah Kabupaten Purworejo secara real-time dan akurat. Kebutuhan akan data yang terkelola menjadi penting dalam upaya memahami kondisi usaha, memantau perkembangan, serta mendukung pengambilan keputusan. Melalui aplikasi ini, kompetensi teknologi informasi diarahkan pada persoalan yang relevan dengan layanan dan pengembangan ekonomi lokal.

Penyerahan karya tersebut memperlihatkan salah satu bentuk pembelajaran terapan: mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep dan perangkat teknologi, tetapi juga mengembangkan solusi yang berpotensi digunakan oleh pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, Direktur POLSA Supriono, S.E., M.Si., Ak., C.FA., menekankan pentingnya mengubah pengetahuan menjadi keterampilan, solusi, dan karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Direktur POLSA menegaskan, “Inilah arah pendidikan vokasi yang ingin terus kami perkuat: pembelajaran yang terhubung dengan kebutuhan nyata, kompetensi yang diwujudkan dalam karya, dan kolaborasi yang menghasilkan manfaat.”

Bentuk kontribusi lain datang dari bidang administrasi bisnis. Fatin Khoirunisa, A.Md.A.B., menyerahkan buku Standard Operating Procedure dan Pelayanan Koperasi Simpan Pinjam kepada Direktur POLSA, didampingi Ketua Program Studi DIII Administrasi Bisnis, Agus Fitri Yanto, S.E., M.M. Karya ini berfokus pada prosedur operasional dan layanan koperasi simpan pinjam, dua aspek yang berhubungan erat dengan konsistensi tata kerja dan pengalaman anggota.

Jika SIMONDA berangkat dari pemanfaatan teknologi untuk membantu pemantauan UMKM, buku SOP koperasi menempatkan pengetahuan administrasi pada kebutuhan pengelolaan organisasi. Keduanya memperlihatkan bahwa kompetensi vokasi dapat hadir dalam bentuk yang beragam: aplikasi digital, panduan kerja, perbaikan proses, maupun dukungan administratif yang lebih tertata.

Direktur POLSA juga menyampaikan bahwa kampus berupaya memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa pada September 2026 mahasiswa POLSA telah menghibahkan SIMONDA kepada Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo. Ia juga menyebut kerja sama dengan Inspektorat Kabupaten Purworejo pada 5 Oktober 2026 dalam pembangunan aplikasi e-Audit untuk mendukung proses pengawasan secara elektronik.

Rangkaian tersebut menunjukkan arah pengembangan pendidikan vokasi yang tidak berhenti pada penyelesaian mata kuliah. Pengalaman proyek, praktik, dan kolaborasi memberi ruang bagi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan pengguna, memahami konteks penerapan, dan menyelesaikan pekerjaan dengan standar yang dapat dipertanggungjawabkan. Karya menjadi bukti yang dapat dibicarakan dan dievaluasi, bukan semata-mata pengetahuan yang tersimpan di ruang kelas.

Ketua Yayasan Sawunggalih Aji Kutoardjo, Johan Abdulrakman, S.E., M.M., menyebut penerapan kompetensi untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata sebagai hal yang penting bagi relevansi pendidikan. Ia menautkan semangat tersebut dengan cita-cita menjadikan POLSA sebagai “IT Center-nya Purworejo”, yang menurutnya membutuhkan kerja konsisten, peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan kolaborasi berkelanjutan.

Ketua Yayasan menyampaikan, “Kepercayaan itu tumbuh ketika masyarakat melihat kualitas proses pendidikannya, merasakan manfaat keberadaan institusinya, dan menyaksikan kontribusi nyata para lulusannya.”

Melalui karya-karya lulusan tersebut, POLSA menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan dapat dinilai pula dari nilai tambah yang dihasilkan. SIMONDA dan buku SOP koperasi menjadi contoh kontribusi yang berangkat dari bidang keilmuan berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk menjawab kebutuhan praktis. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan pemanfaatan karya, memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna, dan terus mengembangkan kompetensi agar solusi yang dihasilkan tetap relevan. (afy/humaspolsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *