Pemkab Purworejo Harapkan Lulusan POLSA Ikut Gerakkan Ekonomi Daerah

PURWOREJO — Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap lulusan Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Pesan itu disampaikan dalam sambutan Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H., yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Rita Purnama, S.STP., M.M., pada Wisuda POLSA Tahun Akademik 2025/2026, Kamis (15/10/2026).

Acara wisuda berlangsung di Ganeca Convention Hall, Purworejo, dan meluluskan 57 mahasiswa dari empat program studi. Mereka terdiri atas 21 lulusan DIII Teknik Informatika, 21 lulusan DIII Administrasi Bisnis, 10 lulusan DIII Akuntansi, dan lima lulusan Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.

Dalam sambutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan apresiasi kepada sivitas akademika POLSA atas kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Wisuda dipandang sebagai awal babak kehidupan baru, ketika ijazah tidak hanya menjadi bukti pendidikan, tetapi juga amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Sambutan Bupati menekankan bahwa perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja menuntut lulusan memiliki lebih dari kemampuan akademik. Keterampilan praktis, kreativitas, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi juga dibutuhkan. Lulusan diharapkan tidak takut menghadapi tantangan, berani menciptakan peluang, serta tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja.

Dalam sambutan Bupati Purworejo yang dibacakan perwakilan, disampaikan, “Saya berharap para wisudawan tidak takut menghadapi tantangan, berani menciptakan peluang, dan tidak hanya berorientasi untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta mengembangkan potensi ekonomi di daerah.”

Pesan itu diarahkan pada kebutuhan ekonomi daerah. Kabupaten Purworejo membutuhkan generasi muda yang inovatif dan produktif, serta memiliki semangat membangun daerahnya sendiri. Ilmu dan keterampilan lulusan diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri, pertanian, pariwisata, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sambutan tersebut mengaitkan peran lulusan dengan visi pembangunan Kabupaten Purworejo, yaitu Purworejo BERSERI: Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif. Untuk mewujudkan visi itu, dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Lulusan pendidikan vokasi dapat berkontribusi melalui keahlian terapan, pengalaman kerja, usaha mandiri, dan kemampuan menggunakan teknologi sesuai bidangnya.

Sambutan pemerintah daerah juga menegaskan, “Kabupaten Purworejo membutuhkan generasi muda yang inovatif, produktif, dan memiliki semangat untuk membangun daerahnya sendiri.”

Sejumlah karya lulusan yang ditampilkan dalam wisuda memberi gambaran konkret tentang kemungkinan kontribusi tersebut. Riyan Nur Hidayat, A.Md.Kom., menyerahkan aplikasi SIMONDA untuk pendataan, pemantauan, dan evaluasi perkembangan UMKM di Kabupaten Purworejo. Karya itu diarahkan untuk membantu kebutuhan informasi terkait UMKM, salah satu sektor yang disebut dalam sambutan pemerintah daerah sebagai bagian dari potensi ekonomi lokal.

Dari bidang administrasi bisnis, Fatin Khoirunisa, A.Md.A.B., menyerahkan buku Standard Operating Procedure dan Pelayanan Koperasi Simpan Pinjam. Karya ini berkaitan dengan tata kelola prosedur dan pelayanan koperasi. Sementara itu, penghargaan pelopor rintisan usaha diberikan kepada Luthfia Fadhila, pemilik Hai Filo, dan Mahanani Rahayuning Purnamasari, pemilik Ayam Geprek Rizki Chicken. Capaian tersebut memperlihatkan bentuk kontribusi lulusan melalui teknologi, administrasi, dan kewirausahaan.

Direktur POLSA Supriono, S.E., M.Si., Ak., C.FA., menyampaikan bahwa kampus berupaya memperkuat relevansi pembelajaran dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Ia mencontohkan kerja sama pengembangan aplikasi dengan instansi daerah, termasuk SIMONDA dan aplikasi e-Audit bersama Inspektorat Kabupaten Purworejo. Upaya ini selaras dengan gagasan bahwa pendidikan vokasi perlu terhubung dengan persoalan dan kebutuhan nyata. Perwakilan pemerintah daerah juga menyampaikan harapan agar POLSA terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kerja sama dengan dunia usaha serta dunia industri. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku ekonomi dapat membuka ruang bagi pembelajaran yang lebih relevan dan bagi lulusan untuk menerapkan kompetensi. Bagi para wisudawan, tantangannya adalah menerjemahkan bekal pendidikan menjadi kontribusi yang terukur, profesional, dan bermanfaat bagi kemajuan Purworejo. (afy/humaspolsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *