PURWOREJO — Penguatan mutu pendidikan vokasi, relevansi kompetensi, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dari pesan Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) dalam Wisuda Tahun Akademik 2025/2026. Pada acara yang digelar di Ganeca Convention Hall, Purworejo, Kamis (15/10/2026), POLSA melepas lulusan dari program Diploma III dan Sarjana Terapan.
Direktur POLSA Supriono, S.E., M.Si., Ak., C.FA., menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan pengetahuan menjadi keterampilan, solusi, dan karya nyata. Pembelajaran praktik, proyek, ujian, serta pengalaman lapangan selama masa studi merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi, kedisiplinan, kemandirian, kemampuan bekerja sama, dan kematangan profesional.
Direktur POLSA menegaskan, “Kualitas pendidikan juga tercermin dari kontribusi lulusan, karya mahasiswa, dan solusi yang dapat dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.”

Menurut sambutannya, dunia kerja sedang berubah akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan perubahan model bisnis. Karena itu, lulusan perlu terus belajar, menjaga integritas, serta menciptakan nilai tambah di tempat kerja maupun masyarakat. Pendidikan formal memberi bekal awal, tetapi kemampuan untuk memperbarui keterampilan dan menyesuaikan diri akan memengaruhi relevansi profesional dalam jangka panjang.
Sebagai salah satu bukti penerapan kompetensi, wisuda menampilkan penyerahan aplikasi SIMONDA karya Riyan Nur Hidayat, A.Md.Kom. Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Data UMKM itu diserahkan secara simbolis kepada Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo. SIMONDA dirancang sebagai platform terintegrasi untuk pendataan, monitoring, dan evaluasi perkembangan UMKM secara real-time dan akurat.
Direktur juga menyampaikan bahwa pada September 2026 mahasiswa POLSA telah menghibahkan SIMONDA kepada dinas terkait dan aplikasi tersebut telah menggunakan domain Kominfo. Selain itu, pada 5 Oktober 2026, POLSA bekerja sama dengan Inspektorat Kabupaten Purworejo dalam pembangunan aplikasi e-Audit untuk mendukung proses pengawasan secara elektronik. Kedua contoh tersebut menunjukkan ruang kolaborasi antara kompetensi teknologi informasi dan kebutuhan instansi publik.

Penguatan kompetensi juga muncul dalam bentuk karya administrasi. Fatin Khoirunisa, A.Md.A.B., menyerahkan buku Standard Operating Procedure dan Pelayanan Koperasi Simpan Pinjam. Buku tersebut menjadi contoh luaran bidang administrasi bisnis yang dapat membantu pembahasan tata kerja dan layanan koperasi. Perbedaan bentuk karya memperlihatkan bahwa pembelajaran vokasi dapat menghasilkan solusi sesuai kebutuhan bidang keahlian.
Direktur turut mengapresiasi lulusan yang memperoleh sertifikat kompetensi BNSP dalam bidang pemasaran digital serta sertifikat keahlian Certified Legal Tax Specialist (CLTS) bagi lulusan Program Studi Administrasi Bisnis dan Akuntansi. Sertifikasi tersebut disebut sebagai pelengkap pendidikan akademik yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja, membangun karier, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam konteks institusi, penguatan mutu tidak hanya terkait dengan capaian individu. POLSA menyatakan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, memperkuat relevansi pembelajaran, dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Cita-cita “POLSA sebagai IT Center-nya Purworejo” dipaparkan sebagai arah yang memerlukan kerja konsisten, inovasi berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kepercayaan bersama.

Ketua Yayasan Sawunggalih Aji Kutoardjo, Johan Abdulrakman, S.E., M.M., juga menegaskan bahwa kepercayaan terhadap perguruan tinggi tumbuh melalui kualitas proses pendidikan dan kontribusi lulusannya. Yayasan mengapresiasi upaya kampus dalam memperkuat kualitas pendidikan dan mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang bermanfaat. Kemajuan institusi dipandang sebagai tanggung jawab bersama yayasan, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, dan alumni.
Ketua Yayasan menyatakan, “Kami ingin Politeknik Sawunggalih Aji tumbuh sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki karakter, reputasi, dan daya saing; perguruan tinggi yang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mengambil bagian dalam menciptakan perubahan.”
Ke depan, upaya menjaga mutu pendidikan vokasi perlu diteruskan melalui hubungan yang kuat antara pembelajaran, asesmen, karya terapan, sertifikasi, dan kebutuhan pengguna lulusan. Wisuda POLSA 2026 menampilkan beberapa unsur dari hubungan tersebut. Harapannya, lulusan dapat membuktikan kompetensi melalui kinerja profesional, sementara institusi terus mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan perubahan dunia kerja dan kebutuhan pembangunan daerah. (afy/humaspolsa)







